Thirteen Reasons Why by Jay Asher – REVIEW

This my second bahasa Indonesia book I read for my Reading Challenge. So I will do a review in bahasa Indonesia first, then translate it to English. But remember, I ONLY put the description in bahasa Indonesia, to keep it as original as possible. If you want to read the original description, I suggest you to look it up on goodreads.

Judul        : Thirteen Reasons Why
Penulis    : Jay Asher
Halaman : 287
Published October 11th 2011 by M-pop (Penerbit Matahati)

Deskripsi :

Clay Jensen kembali dari sekolah dan menemukan kotak misterius yang ditujukan untuknya di teras rumah. Dalam kotak itu dia menemukan beberapa kaset yang direkam Hannah Baker—teman sekelas sekaligus cewek yang ditaksirnya—yang bunuh diri dua minggu sebelumnya.

Hannah sudah meninggal. Rahasia-rahasia gadis itu seharusnya terkubur bersama jasadnya. Namun, Hannah menjelaskan tiga belas alasannya memutuskan mengakhiri hidup. Clay salah satunya. Dengan mendengarkan kaset itu, Clay akan tahu mengapa dirinya termasuk dalam tiga belas alasan itu.

Sepanjang malam, Clay mendengarkan kaset itu. Clay mengikuti petunjuk dari kaset Hannah menyusuri kota kecilnya… dan apa yang dia temukan mengubah hidupnya selamanya.

https://www.goodreads.com/book/show/12814659-thirteen-reasons-why

Review Penulis : 5/5 stars

Buku ini masih termasuk kedalam genre Young Adult dengan mental health juga di beberapa bagian cerita, yang mana genre buku yang baru aku sukai beberapa waktu ini. Di prolog, aku masih sedikit bingung dengan cerita tersebut mau dibawa ke mana. Karena scene pertama yang terjadi yaitu di kantor pos yangmana aku pun gak punya ide apa yang tokoh utama (Clay Jensen) itu dilakukan di kantor pos itu. Namun, berdasarkan kesimpulanku prolog tersebut merupakan kejadian yang sedang terjadi.

Setelah prolog sampai akhir bab, Jay Asher membawa kita ke masa lampau ketika Clay menemukan kotak sepatu di depan rumahnya dengan namanya tertera sebagai nama penerima. Setelah ia buka ternyata ada tujuh buah kaset yang masing-masing sisi diberi tanda, mulai dari kaset 1 side A, kaset 1 side B, hingga kaset 7 side A, tanpa side B, sehingga terdapat sekitar 13 rekaman.

Dimasing-masing side menceritakan orang yang berbeda, namun hanya orang-orang yang memiliki hubungan dengan Hannah, mulai dari orang yang cemburu kepadanya hingga orang yang Hannah sukai. Aku sendiri awalnya agak bingung dengan jalannya cerita karena dalam buku terdapat dua point of view yang berbeda yaitu Hannah (dalam rekamannya) dan Clay. Namun, ketika bisa memahami jalan ceritanya, untuk mengikutinya pun lebih mudah. Jadi itu bukan masalah yang perlu dibicarakan. Secara keseluruhan buku ini sangat bagus, bahkan filmya pun telah dibuat dan kemungkinan tayang perdana di Netflix bulan Maret tahun ini.

Bagi kalian yang suka novel-novel bergenre Young Adult, buku ini tidak boleh dilewatkan. Jikalau kalian bingung membaca jalan ceritanya, cobalah baca lagi prolognya dan jangan lupa untuk memahaminya. Itu akan membantu kalian sekali. Namun, sayang buku ini hanya dicetak sekali di Indonesia beberapa tahun lalu, sehingga untuk mendapatkannya sedikit sulit sekarang. Mungkin dengan kemunculan filmnya tahun ini, pihak penerbit akan mencetak lagi dengan movie poster. Semoga saja!!

====

This book is a Young Adult with mental health in some parts of it. Young Adult is my favorite book genre to read lately. I don’t really know, but every story line seems pretty real for me. First time I read the prolog, I was so confused as to why the main character (Clay Jensen) visited a post office while he’s having a headache. It makes no sense, obviously. But the prolog one tells me what happens in present time. So I thought, ahh it’s totally fine with me.

The next chapter, Jay takes me back in time when Clay found a shoe box in front of his door with his name on it. So he took it with him, opened up to only realize that there were seven tapes with number on each tape side starting with Tape 1 Side A, Tape 2 Side B, till Tape 7 side A, without an additional label on the other side. So there were 13 stories in total with, of course, different name.

Each side told different story from different people as well, began with the one who’s jealous with Hannah to the one that Hannah had a crush on. When I started reading this book, I didn’t understand what’s the story talking about cause there were two point of views in every chapter, Hannah and Clay. You have to get used to it if you’re enjoying reading some mental health YA books. It’s not a matter to talk about in here, once you get used to it. Over all, I love this book, pretty much. Do you know that Selena Gomez made a film based on 13 Reasons Why? It will be air on Netflix this year, March 31st to be exact. To whomever has read the book, you guys should definitely check the movie out.-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s